BudayaDetail Budaya

Danau Tuadale Bentangan Alam

2018-12-29 15:28:27
| | |
Share:

Danau Tuadale merupakan sebuah danau di Indonesia. Dari Silu Kecamatan Kupang Barat berjarak ± 25 km dari ibu kota kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Banyak hal yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke danau ini, seperti rekreasi, mancing dan lainnya. Memiliki panorama yang asli dan indah, Tanaman bakau ini tumbuh dengan baik dan hampir menutupi semua tepi Danau Tuadale. Selain mempunyai ekosistem mangrove, Danau Tuadale juga mempunyai kawasan hutan berupa ekosistem hutan daratan rendah dengan batuan kapur vulkanis. Semua ekosistem yang terletak di sekitar danau Tuadale ini berada diatas kawasan seluas 10 hektar. Salah satu kegiatan warga desa di Danau Tuadale adalah menangkap ikan dengan perahu kecil. Perahu tradisional yang terbuat dari batang kayu utuh yang dilubangi pada bagian tengahnya. Dan mereka menjual hasil tangkapan ke para pengunjung. Akses menuju danau ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi. Sumber: https://cvaristonkupang.com/2017/01/09/danau-tuadale-di-kupang-barat-tuadale-lake-in-western-of-kupang/


Budaya Lainnya

Lado-lado

Lado-Lado adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini terbuat dari Kayu / Bambu yang diben [...]

Baca Selengkapnya

Lagu Kalut-Bebilin / Bebalon

Lagu yang berasal dari daerah Kalimantan Utara diantaranya adalah bebilin. Setelah beberapa kali mencari siapa pencipta Lagu Bebilin, tidak menemukan [...]

Baca Selengkapnya

Makanan Tradisional Pengkang dari Kalimantan Barat

Pengkang adalah salah satu sajian yang bisa dibilang camilan tradisional dari kalimantan barat. Tetapi walaupun begitu, makanan ini tetap mengenyangka [...]

Baca Selengkapnya

Lambang Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat

Kabupaten Sanggau adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah yang terletak di ten [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar