BudayaDetail Budaya

Cerita Rakyat-Legenda Keong Mas Cerita Rakyat

2018-09-13 15:07:44
| | |
Share:

Zaman dahulu kala raja Kertamarta mempunyai dua orang putri yang bernama Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Suatu hari, raja hendak menikahkan Candra Kirana dengan Raden Inu Kertapati. Mendengar hal itu, Galuh Ajeng menjadi marah. Ternyata, diam-diam Galuh Ajeng juga menyukai Raden Inu. Karena kesal, Galuh Ajeng meminta penyihir mengubah Candra Kirana menjadi keong emas. Setelah itu Galuh Ajeng membuang keong tersebut ke laut. Hari demi hari berlalu. Keong emas tanpa sengaja tersangkut di jala nelayan. Nelayan itu ternyata seorang nenek. "Wah, keong ini cantik sekali. Aku akan membawanya pulang," pikir si nenek. Sesampainya di rumah, keong emas diletakkan di atas tempayan. Keesokan harinya, nenek itu kembali mencari ikan. Ketika pulang, alangkah terkejutnya si nenek. Di meja makan sudah tersedia berbagai makanan lezat. Hal yang sama terus berulang. Setiap kali si nenek pulang dari laut, di meja makan selalu tersedia makanan. Akhirnya, si nenek pura-pura pergi ke laut. Sebenarnya, dia bersembunyi dan mengintip di luar rumah. Dia sangat terkejut melihat keong emas berubah menjadi seorang gadis yang cantik. Gadis itu sedang memasak. "Siapakah engkau sebenarnya, gadis cantik?" tanya si nenek sambil masuk ke rumah. "A.., aku adalah putri yang dikutuk menjadi keong emas," kata Candra Kirana yang kaget melihat si nenek. Sementara itu, Raden Inu terus mencari Candra Kirana. Setelah berjalan jauh, akhirnya dia tiba di sebuah desa nelayan. Raden Inu merasa sangat haus dan ia pun mendatangi sebuah rumah untuk minta minum. Dari balik jendela, dia melihat Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya, kutukan Candra Kirana hilang. Kutukan tersebut hilang karena dia sudah ditemukan oleh kekasihnya yaitu Raden Inu. Raden Inu membawa pulang Candra Kirana. Mereka menikah dan hidup bahagia. Sedangkan Galuh Ajeng mendapat hukuman karena sudah berbuat jahat. Pesan moral dari adalah kita harus saling menyayangi sesama umat manusia. Apalagi saudara sendiri bukan hanya saling menyayangi namun juga harus saling melindungi. (Sumber : https://dongengceritarakyat.com/contoh-legenda-rakyat-indonesia-kisah-keong-emas/ dan https://www.reinha.com/2018/06/cerita-rakyat-jawa-timur-legenda-keong-mas/ )


Budaya Lainnya

Tari Pedang Mualang Kalimantan Barat

Tari ini adalah sebuah tarian tunggal tradisional yang umumnya dipentaskan untuk menghibur masyarakat, seperti acara Gawai Belaki Bini (pesta pernikah [...]

Baca Selengkapnya

Kuliner Khas Sulawesi Tengah, Onyop

onyob adalah nama suatu makanan yang menjadi ciri khas Sulawesi Tengah. Makanan khas Sulawesi Tengah ini (onyop) hamir sama dengan jenangan (makaanan [...]

Baca Selengkapnya

Kabupaten Hulu Sungai Utaraā€ˇ

Lambang daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara berbentuk sebuah perisai gotik yang melambangkan benteng pertahanan lahir batin. Di dalam perisai terdapat [...]

Baca Selengkapnya

Alat Musik Gong

Alat musik ini terbuat dari bahan dasar kuningan. Gong bisa dimainkan secara tunggal maupun berkelompok melaraskannya dengan alat musik lainnya. Dalam [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar