BudayaDetail Budaya

cerita rakyat lampung Cerita Rakyat

2018-09-05 08:49:57
| | |
Share:

Ada empat bersaudara bernama Ompung Silamponga, Ompung Silitonga, Ompung Silatoa, clan Ompung Sintalaga yang berusaha pergi menyelamatkan diri dari Tapanuli ke arah tenggara. Mereka pergi menyeberangi lautan dengan menggunakan rakit. Berhari-hari mereka terombang-ambing tanpa arah di tengah laut dengan persediaan makanan yang semakin menipis. Sesekali ketika menemukan daratan, mereka berhenti untuk mencari bahan makanan dan kembali berlayar. Suatu saat, Ompung Silamponga jatuh sakit. Kondisinya semakin lemah. Namun, ia tetap berniat meneruskan perjalanan. Sementara itu, ketiga saudaranya telah letih dan memutuskan untuk berhenti berlayar. Tiba-tiba, terlihat sebuah rakit terombang-ambing di dekat mereka. Ketiga bersaudara yang sehat memutuskan untuk berpisah dengan Ompung Silamponga. Dengan hati-hati, mereka menggotong saudaranya yang sedang sakit parah tersebut ke rakit yang baru mereka temukan dan mendorongnya, sehingga terbawa arus menjauh dari mereka. Ompung Silamponga sendirian terombang-ambing dengan rakitnya. Tubuhnya lemah sekali. Setelah sekian lama, rakitnya menghantam sebuah benda keras. Ompung Silamponga pun terbangun. Ia mendapati dirinya sudah terdampar di sebuah pantai yang ombaknya tidak begitu besar. Entah mengapa ia merasakan tubuhnya menjadi kuat dan sehat. Ia lalu berjalan menyusuri pantai. Ia menemukan sebuah sungai dengan air yang jernih. Ompung Silamponga pun berpikir untuk tinggal di daerah itu. Setelah sekian lama tinggal di daerah itu, Ompong Silamponga merasa bosan. Lalu, is pergi menjelajahi pulau tersebut. Ompong Silamponga menjelajahi hutan lebat. Akhirnya, dia berdiri di sebuah puncak bukit, pemandangan dari sana sangat indah dan ia bisa melihat ada penduduk yang tinggal di kaki bukit. Dengan perasaan gembira, tanpa sadar ia pun berteriak dengan kencang, "Lappung! Lappung! Lappung!" (Dalam bahasa Tapanuli, lappung berarti luas). Ompung Silamponga turun dari bukit dan membuka perkampungan baru di sana. Ia menamakan tempat tersebut dengan nama Lampung. ada banyak juga sekelompok penduduk yang hidup sangat terbelakang. Ompung Silamponga menjalin hubungan baik dengan penduduk asli tersebut.


Budaya Lainnya

Monumen Pahlawan Kerja Saksi Bisu Romusha Di Riau

Mungkin banyak yang tidak tahu, ada situs besar jejak pembangunan rel kereta api di Riau bukti sejarah bahwa penjajahan Jepang yang pernah melakukan r [...]

Baca Selengkapnya

Tradisi Mekare kare atau Geret Pandan

Tradisi Perang pandan merupakan tarian sakral atau yang di sebuat bali-balihan, salah satu tradisi yang ada di Tradisi Perang Pandan Atau Makere-Kere [...]

Baca Selengkapnya

ARCA BATU TERTULIS DI KALIMANTAN BARAT

Batu Bertulis Batu Bertulis merupaan salah satu peninggalan kerajaan Hindu pada abad ke 7 Masehi (650 Masehi) bertuliskan huruf Palawa berbahasa Sa [...]

Baca Selengkapnya

Kapurung Sulawesi Selatan

Kapurung, sebuah makanan berkuah dengan rasa sedikit asam namun sangat menyegarkan. Kuliner ini merupakan makanan khas tradisional dari Palopo, khusus [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar