BudayaDetail Budaya

Beripat Beregong Tarian Tradisional

2018-09-09 16:01:42
| | |
Share:

Tari Beripat adalah sebuah kesenian pertunjukan masyarakat Belitung untuk menunjukkan kejantanan seorang lelaki dengan cara saling memukul menggunakan senjata rotan. Ripatberarti memukul, dan gong adalah alat musik pengiring tarian. Penilaian dilakukan dengan melihat siapa yang paling sedikit mendapatkan bekas pukulan maka dia lah pemenangnya. Tujuan awal permainan ini, selain untuk mempererat hubungan antar kampung, juga untuk memupuk sportivitas. Sekarang kegiatan ini dilestarikan dalam bentuk acara budaya dan seni. Tidak ada catatan pasti bagaimana tradisi ini dimulai, Tetapi diperkirakan tradisi ini sudah ada sejak lahirnya Kerajaan Badau, yaitu kerajaan pertama di Belitung. Ada juga kisah yang terkait tarian ini. Zaman dahulu, di sebuah Kelekak Gelanggang yang sekarang dikenal dengan nama Desa Mentigi, ada seorang gadis yang kecantikannya membuat banyak lelaki berniat untuk mempersuntingnya, terutama dari kalangan para pemuda berilmu tinggi. Lantaran banyak lamaran yang datang, orang tua si gadis sulit memutuskan atau pun menolak pemuda yang pantas untuk meminang anaknya. Akhirnya orang tua si gadis memutuskan untuk menyerahkan keputusan kepada para peminang. Para peminang pun sepakat untuk bertanding ilmu dengan menggunakan rotan sebagai alat pemukul. Peminang yang menerima pukulan di bagian punggung dinyatakan kalah, namun jika kedua-duanya terkena pukulan, maka pemenangnya adalah yang paling sedikit menerima pukulan. Pada hari yang disepakati, para peminang berkumpul di gelanggang sementara penduduk pun berdatangan untuk menyaksikan laga kesaktian tersebut. Gong, kelinang, tawak-tawak, gendang dan serunai digunakan sebagai pengiring. Diiringi musik, para jagoan tersebut pun berseru menunjukkan keberanian menghadapi siapa saja. Menurut cerita, karena dalam pertandingan tersebut merupakan orang-orang berilmu tinggi, maka tidak ada yang menang atau pun kalah. Saat ini permainan tersebut sudah jarang dimainkan, tetapi biasanya dapat dilihat pada perayaan Maras Taun dan Selamatan Kampung. Menyelenggarakannya pun tidak mudah, karena harus dimainkan dengan dukungan lengkap, seperti harus ada bangunan rumah tinggi (Balai Peregongan) sekitar 6-7 meter, alat musik pukul. Juga, dibutuhkan seorang dukun atau ahli waris pemilik gong untuk memimpin menaikkan alat- alat musik tersebut ke Balai Peregongan. Sumber : http://www.visitbangkabelitung.com/content/beripat-beregong


Budaya Lainnya

Danau Ayamaru

Danau yang menghubungkan beberapa desa ini memiliki kedalaman sampai 6 meter. Jadi kamu harus berhati-hati, apalagi jika kamu tidak bisa berenang. Unt [...]

Baca Selengkapnya

Saluang

Saluang termasuk alat musik tiup. Alat musik tradisional minangkabau ini terbuang dari ‘talang’ yang merupakan sejenis bambu tapi lebih tipis. Tal [...]

Baca Selengkapnya

permainan tradisional petil lele

Petil Lele adalah permainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak laki-laki, karena permainan tradisional yang satu ini memerlukan kecepatan dan [...]

Baca Selengkapnya

Cerita Rakyat Kalimantan Selatan

Alkisah ada sebuah keluarga nelayan di suatu daerah di Kalimantan Selatan. Mereka hidup bahagia dengan satu orang anak. Setiap hari kedua orang tuanya [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar