BudayaDetail Budaya

Bangsi Alas Alat Musik Tradisional

2018-09-02 11:17:18
| | |
Share:

Bangsi/Bansi merupakan salah satu aat music tradisional acaeh yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat music ini bisa dikatakan sebagai alat music tiup yang berasal dari aceh. Alat music ini berkembang di wilayah Lemah Alas, Kabupaten aceh Teggara. Secara fisik alat music ini berbentuk tabung memanjang dengan diameter sekitar 2,8 cm serta panjang sekitar 41 cm. Alat musik ini memiliki 7 lubang sebagai pengatur nada yang keluar ketika memainkannya, dimana 6 lubang sebagai pengatur nada dan satu lubang lainya digunakan sebagai tempat pemain meniup alat usik ini. Ujung bangsi ditutup dengan buku bambu itu sendiri, sedangkan pada bagian ujung yang satu lagi ditutup dengan gabus. Daun bengkuang (daun pandan) membalut tempat (bagian) yang tertiup gabus dengan memberi sedikit berlebih (melewati bambu), dan dari sinilah nantinya peniup bangsi melekatkan kedua bibirnya untuk meniup. Dari lubang udara sampai ke ujung yang terbungkus daun bengkuang hutan (daun pandan) diberikan sedikit alur tempat keluarnya udara.Disekeliling Bangsi/Bansi terukir berwarnakan Bekhong (Alas-Hitam) ukiran krawang Alas. Penggunaan Bangsi sendiri di tanah Alas dizaman dahulu biasa digunakan sebagai musik pengiring Tarian Landok Alun, Sebuah tarian khas dari Desa Telangat Pagan berkisah kegembiraan petani yang memperoleh lahan baru dengan kondisi tanah baik.[3] Disebut “Tari Landok Alun” karena tarian ini lembut atau lambat. Alun berarti lembut atau lambat. Bukan pada gerak tarinya saja, tetapi alun diartikan lambat dalam hal ruang gerak tarinya yang tidak jauh berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Tari Landok tidak memiliki bermacam-macam bentuk pola lantai, yang terbentuk dari gerak adalah pola simetris. Selain itu, Pembuatan Bangsi sering identik dikaitkan dengan adanya kabar meninggal dunia salah seorang di kampung/kute tempat bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia Bangsi yang sudah siap dibuat sengaja dihanyutkan di sungai. Setelah itu diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah diambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan ditiup dan diperdengarkan sebagai Penanda kabar telah meninggalnya seseorang di Kampung/Kute tersebut. Bangsi kepunyaan orang-orang kaya sering dibungkus dengan perak atau suasa. Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bangsi


Budaya Lainnya

Tari Silat Pangean Asal Riau

Tari Silat Pangean adalah tari tradisional yang terdapat di masyarakat suku Melayu yang dilatarbelakangi oleh unsur-unsur kebudayaan, ditarikan oleh p [...]

Baca Selengkapnya

Anggrek Serat

Anggrek serat merupakan tanaman epifit yang hidupnya menempel pada batang pohon. Yang paling unik dibandingkan jenis Anggrek lainnya adalah pertumbuha [...]

Baca Selengkapnya

Kisah Meninggalnya Raja Bunu

Kisah meninggal nya Raja Bunu merupakan salah satu Cerita Rakyat Dari Kalimantan Utara. Ada sebuah kisah tentang Raja Bunu yang telah lama menderita p [...]

Baca Selengkapnya

Pupuik Batang Padi,

Pupuik Batang Padi, Seperti namanya alat musik tiup ini memang terbuat dari batang padi. Pada bagian ujung tempat tiupan biasanya dipecah sedikit sehi [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar