BudayaDetail Budaya

Bandara Juwata Tarakan dan Pilboxs di Tarakan - Kalut Situs Budaya Lainnya (BCB)

2018-10-03 02:35:53
| | |
Share:

Bandara Internasional Juwata pada awalnya dibangun pada masa penjajahan Belanda dan digunakan sebagai pangkalan militer pesawat tempur. Pada awal penjajahan Jepang, pesawat tempur milik Jepang mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia pada tanggal 11 Januari 1942 di Bandara Juwata. Bandara Juwata resmi dimiliki oleh pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan Indonesia yang kemudian digunakan sebagai bandara perintis dan hanya digunakan oleh pesawat-pesawat kecil. Pada tahun 2000, Bandara Juwata resmi dinyatakan sebagai bandara domestic setelah sebelumnya dilakukan peningkatan landasan pacu menjadi 1.850. Beberapa maskapai penerbangan yang menggunakan Bandara Juwata saat itu adalah Citilink, Bouraq Indonesia, Dirgantara Air Service, Mandala Airlines, Kartika Airlines, Pelita Air Service dan Merpati Nusantara Airlines. Penerbangan internasional pertama yang dilakukan di Bandara Juwata dilakukan sejak tahun 2006, dilakukan oleh Bouraq Indonesia dengan mengambil rute penerbangan Tarakan-Tawau. Penerbangan internasional yang dilakukan Bouraq Indonesia berakhir pada tahun 2000. Pada tahun 2006 Malaysia Airlines juga melayani rute penerbangan Tarakan-Tawau, dan berakhir pada tahun 2010. Pada bulan Februari 2012 maskapai Malaysia Airlines kembali melayani rute penerbangan Tarakan-Tawau, namun dioperasikan oleh MASwings. Sejak 1 Juli 2012 mereka menambah rute penerbangan baru, yaitu rute penerbangan Tarakan-Kinabalu. Dan di wilayah yang berdekatan dengan bandara Juwata terdapat Pilboxs yang dulu di buat oleh Belanda. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda 1939, selain sebagai tempat pengawasan kawasan bandara juga menjadi tempat pengintaian musuh yang akan menyerang kawasan tersebut. Terbuat dari cor beton bertulang dengan ketebalan 30 cm berbentuk persegi delapan dengan tinggi 3 meter dan diameter 6 meter. Salah satu fasilitas di kota Tarakan yang menjadi incaran paling srategis ketika berperang adalah di bandara. Sehingga dibangunlah pertahanan dari pilboxs ini sendiri. Sumber: http://adinochan.blogspot.com/2016/03/tempat-wisata-bersejarah-di-kota-tarakan.html


Budaya Lainnya

Cetik (Kulintang Pekhing)

Cetik atau Kulintang Pekhing adalah alat musik yang terbuat dari betung atau bambu besar, lebih baik bambu yang digunakan telah berumur 6 (enam) tahun [...]

Baca Selengkapnya

Suku Tengah Kepungut

Suku Tengah Kepungut, adalah satu komunitas masyarakat adat yang berada di kabupaten Rejang Lebong provinsi Bengkulu. Populasi suku Tengah Kepungut in [...]

Baca Selengkapnya

Cerita Rakyat Aceh Beungong Meulu dan Beungong Peukeun

Pada zaman dahulu kala, di s­e­buah negeri di Aceh, hidup dua orang kakak-beradik yang ber­nama Beungong Meulu dan Beungong Peukeun. Kedua orangtua [...]

Baca Selengkapnya

Tarian Tradisional Umoara

Tarian tradisional Umoara merupakan suatu tarian tradisional dari penduduk suku tolaki (Sulawesi Tenggara), Umoara dapat diartikan sebagai peperangan. [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar