BudayaDetail Budaya

Baju Pangsi Dari Banten Pakaian Tradisional

2018-09-02 01:47:44
| | |
Share:

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Banten khususnya diwilayah Desa yang masih banyak memegang adat istiadat serta memiliki pola hidup yang sederhana, pakaian adat banten masih digunakan. Pakaian adat banten yang digunakan oleh masayrakat khsusunya kaum laki-laki adalah baju pangsi. Baju pangsi adalah baju yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat Banten. Baju ini dipadukan dengan celana komprang. Selain sebagai pakaian sehari-hari baju pangsi juga dipakai dalam latihan silat tradisional atau debus yang kerap digelar oleh masyarakat adat Banten. Pangsi adalah salah satu pakaian khas adat Sunda warisan sesepuh baheula (nenek moyang para leluhur) yang eksistansinya perlu dilestarikan. Pangsi bukan sekedar pakaian penutup tubuh untuk melindungi badan secara fisik dari kondisi cuaca dan lingkungan sekitar, namun menurut Kang Ujang Curahman, produsen pangsi Sunda T3C asal Batu Karut Banjaran Kabupaten Bandung, pangsi memiliki filosofi khusus yang terkait dengan kehidupan masyarakat tempo dulu di Tatar Sunda. Para sesepuh baheula (nenek moyang) menjelaskan bahwa dalam setiap bentuk dan jahitan pangsi mengandung makna yang dapat dijadikan pengingat para pemakainya agar selalu introspeksi. Sumber :https://budayajawa.id/baju-pangsi-dari-banten/


Budaya Lainnya

Kota Sabang

Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura). Sabang telah dikenal luas sebagai [...]

Baca Selengkapnya

alat musik Ganda / Kanda

Ganda merupakan alat musik tradisional Sulawesi Tengah yang dimainkan dengan cara dipukul seperti gendang. Alat musik ini memiliki 2 buah kulit di ked [...]

Baca Selengkapnya

Pulau Rusa

Nama mencerminkan dirimu, kira-kira begitulah gambaran sederhana dari pulau rusa, pulau ini diberi nama rusa karena bentuknya yang menyerupai rusa jik [...]

Baca Selengkapnya

Kota Cu'up : Lagu Daerah Bengkulu

Kota Cu'up Ho….ho..ho..ho.. Ho….ho..ho..ho.. Ho….ho..ho..ho.. Ho….ho..ho..ho.. Kota Cu’up maso menoo Kota Cu’up semaso uyo Kota C [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar