BudayaDetail Budaya

Bahasa Surakarta Bahasa Daerah

2018-09-14 03:01:55
| | |
Share:

Dialek Surakarta ini digunakan oleh penutur di sekitar daerah Surakarta dan Solo, Sragen perbatasan Solo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar. Contoh kalimat dengan dialek surakarta seperti, ”Lha piye tho, aku meh mangkat nanging ra duwe duit.”(Bagaimana ini, saya akan berangkat tetapi tidak punya uang); “Mbok kowe mesake aku, dijilengi duit piro wae sak nduwekmu.” (Kasihani aku, dipinjami uang berapa saja yang kamu punya); “Sesok tak baleke yen wis oleh kiriman soko mbakyu ku.” (Besok [dalam waktu yang tidak bisa ditentukan kapan] saya kembalikan kalau sudah dapat kiriman dari kakak perempuan saya.” Bahasa Jawa Surakarta adalah dialek bahasa Jawa yang diucapkan di daerah Surakarta dan sekitarnya. Dialek ini menjadi standar bagi pengajaran bahasa Jawa. Meskipun satu rumpun, Bahasa Jawa di tiap daerah di Jawa Tengah mempunyai ciri-ciri tersendiri yang khas mencerminkan dari mana asal Bahasa Jawa tersebut. Untuk istilah "dingin" di Surakarta menggunakan kata Bahasa Jawa "adem", sedangkan orang yang tinggal di Semarang menyebutnya "atis". Contoh: "'Lha piye tho, aku meh mangkat nanging ra duwe duit." ("Bagaimana ini, saya akan berangkat tetapi tidak punya uang.") "Mbok kowe mesake aku, dijilehi duit piro wae sak nduwekmu." ("Kasihani aku, dipinjami uang berapa saja yang kamu punya.") "Sesok tak baleke yen wis oleh kiriman soko mbakyu ku." ("Besok (dalam waktu yang tidak bisa ditentukan kapan) saya kembalikan kalau sudah dapat kiriman dari kakak perempuan saya.") Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Surakarta https://jingganyasenja.wordpress.com/2010/10/26/dialek-bahasa-jawa-bagian-tengah-kajian-geografis-dialek-dan-budaya/


Budaya Lainnya

Calong

Calong adalah alat musik tradisional yang berbahan dasar batok kelapa dan bambu. Biasanya alat musik ini dimainkan sendiri, namun berkembangnya jaman [...]

Baca Selengkapnya

Aesan Paksangko

Citra anggun aesan pasangkong sugguh tak terbantahkan. Baju kurung merah bermotif detil bunga bintang keemasan disempurnakan dengan tengkupan terate d [...]

Baca Selengkapnya

Lompat Batu

Tradisi Lompat Batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati [...]

Baca Selengkapnya

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja terletak di pusat kota Manokwari. Tempat ini memiliki fungsi utama untuk pariwisata dan rekreasi alam, perlindunga [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar