BudayaDetail Budaya

Bahasa Semarang Bahasa Daerah

2018-09-14 02:44:14
| | |
Share:

Para pemakai Dialek Semarangan juga senang menyingkat frase, misalnya Lampu abang ijo (lampu lalu lintas) menjadi “Bang-Jo”; seratus (100) menjadi “nyatus”. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Tetapi ada juga kalimat-kalimat yang disingkat, contohnya “Arep numpak Honda” artinya (akan naik sepeda motor). Zaman dulu sepeda motor biasa menggunakan sepeda motor merk “Honda”. Adanya para warga/budaya yang heterogen dari Jawa, Tiongkok, Arab, Pakistan/India juga memiliki sifat terbuka dan ramah di Semarang tadi, juga akan menambah kosakata dan dialektik Semarang di kemudian hari. Adanya bahasa Jawa yang dipergunakan tetap mengganggu bahasa Jawa yang baku, sama dengan di daerah Solo. Artinya, jika orang Kudus, Pekalongan, Boyolali pergi ke kota Semarang akan gampang dan komunikatif berkomunikasi dengan penduduknya. Dialek Semarangan memiliki kata-kata yang khas yang sering diucapkan masyarakat setempat dan menjadi ciri tersendiri yang membedakan dengan dialek Jawa lainnya.Masyarakat Semarang sering mengucapkan kata-kata seperti “Piye, jal?” (Bagaimana, coba?) dan “Yo, mesti!” (Iya, pasti!). Orang Semarang juga lebih banyak menggunakan partikel “ik” untuk mengungkapkan kekaguman atau kekecewaan yang sebenarnya tidak dimiliki oleh bahasa Jawa. Misalnya untuk menyatakan kekaguman “Apik,ik!” (Alangkah indahnya!). Sedangkan untuk menyatakan kekecewaan, “Wonge lungo, ik” (Sayang, orangnya pergi!) Partikel “ik” kemungkinan berasal dari kata “iku” yang berarti “itu’ dalam bahasa Jawa, sehingga untuk mengungkapkan kesungguhan orang Semarang mengucapkan “He’e, ik!” atau “Yo, ik”. Sumber: https://jingganyasenja.wordpress.com/2010/10/26/dialek-bahasa-jawa-bagian-tengah-kajian-geografis-dialek-dan-budaya/


Budaya Lainnya

Tari Tortor

Tari Tortor adalah sebuah tarian perayaan yang gerakan didalamnya mengandung makna komunikasi. Dalam pertunjukan Tari Tortor biasanya di iringi oleh [...]

Baca Selengkapnya

Istana Kadriah Kalimantan Barat

Secara historis, Istana Kadriah mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M. Tak beberapa lama kemudian, Sayyid Syarif Abdurra [...]

Baca Selengkapnya

Pendap Kuliner Berbalut Daun Talas Khas Bengkulu

Sepintas Pendap Sama Dengan Pepes Karena Proses Pembuatannya Hampir Sama Bengkulu merupakan kota yang menyimpan banyak kuliner favorit. Salah satun [...]

Baca Selengkapnya

Kemplang

Kepulauan Bangka Belitung merupakan provinsi dengan dua pulau utama, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Provinsi ini memiliki pantai-pantai yang i [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar