BudayaDetail Budaya

Bahasa Pekalongan Bahasa Daerah

2018-09-13 15:36:01
| | |
Share:

Bahasa Jawa Pekalongan atau Dialek Pekalongan adalah salah satu dari dialek-dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di pesisir utara tanah Jawa, yaitu daerah Jawa Tengah terutama di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Dialek Pekalongan termasuk bahasa "antara" yang dipergunakan antara daerah Tegal (bagian barat), Weleri (bagian timur), dan daerah Pegunungan Kendeng (bagian selatan). Dialek Pekalongan termasuk dialek Bahasa Jawa yang "sederhana" namun "komunikatif". Meskipun ada di Jawa Tengah, dialek Pekalongan berbeda dengan daerah pesisir Jawa lainnya, contohnya Tegal, Weleri/Kendal, dan Semarang. Namun oleh orang Jogya atau Solo, dialek itu termasuk kasar dan sulit dimengerti, sementara oleh orang Tegal dianggap termasuk dialek yang sederajat namun juga sulit dimengerti. Meskipun dialek Pekalongan banyak menggunakan kosakata yang sama dengan Dialek Tegal, misalnya: bae, nyong, manjing, kaya kuwe, namun pengucapannya tak begitu "kental" melainkan lebih "datar" dalam pengucapannya. Ada lagi perbedaan lainnya, contohnya menggunakan pengucapan: ri, ra, po'o, ha'ah pok, lha, ye. Demikian pula adanya istilah yang khas, seperti: Kokuwe artinya "sepertimu", Tak nDangka'i artinya "aku kira", Jebhul no'o artinya "ternyata", Lha mbuh artinya "tidak tau", Ora dermoho artinya "tak sengaja", Wegah ah artinya "tak mau", Nghang priye artinya "bagaimana", Di Bya bae ra artinya "dihadapi saja", dan masih banyak lainnya. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Pekalongan


Budaya Lainnya

Patung Terakota

Terakota yang merupakan patung dari kerajaan China. Untuk saat ini bagi anda yang gemar mengunjungi situs bersejarah sudah tidak perlu sampai ke negri [...]

Baca Selengkapnya

Makanan khas sulawesi tengah, sop kaledp

Makanan tradisional khas Sulawesi Tengah yang pertama adalah kaledo, Kaledo menjadi makanan faforit yang berasal dari Kota Palu yang semakin kesini p [...]

Baca Selengkapnya

Motif Batik Cuwiri - Jawa Tengah

Batik cuwiri merupakan batik bermotif yang menggunakan zat pewarna soga alam. dalam Bahasa Jawa Cuwiri artinya kecil-kecil, Berdasarkan filosofinya pe [...]

Baca Selengkapnya

Upacara Pemberian Nama Bayi (Batalah)

Suku Dayak melaksanakan upacara adat saat kelahiran anak untuk memberikan nama yang baik pada anak yang telah lahir (Batalah). Tujuan upacara adat ini [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar