BudayaDetail Budaya

Bahasa Melayu Kupang Bahasa Daerah

2018-09-11 12:43:25
| | |
Share:

Bahasa Melayu Kupang adalah bagian dari bahasa kreol yang berbasis bahasa Melayu. Bahasa Melayu sudah jadi bahasa pergaulan dikawasan ujung barat Pulau Timor ini sejak berabad-abad lamanya, dikarenakan Kupang sudah menjadi pintu gerbang perdagangan sekaligus politik, dan berbagai suku bangsa sudah banyak bermukim dikawasan ini sejak lama. Ketika Kupang diresmikan jadi ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 1958, otomatis warga dari berbagai wilayah di NTTpun berdatangan ke kota Kupang dan membentuk mozaik yang khas. Kupang kini menjadi kawasan multisuku dimana berbagai kelompok seperti Dawan, Helong, Ende, Rote, Ndao, Sabu, Tetun, Alor, Solor, Manggarai, Sumba dan lain-lain termasuk Jawa, Bali, Bugis, Cina, Arab, Belanda dan Portugis membentuk karakter kota. Kelompok ini mempertahankan identitas kesukuannya masing-masing, bahkan masih bertutur dengan bahasa bawaan mereka. Status Bahasa Melayu Kupang, seperti halnya bahasa-bahasa daerah di Indonesia, bahasa Melayu Kupang juga bersinggungan dengan bahasa resmi, yakni bahasa Indonesia yang berakar dari Melayu Tinggi. Statusnyapun masih dipandang inferior karena hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari dan bukan dalam kesempatan resmi. Dalam urusan resmi, bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa Melayu Kupang digunakan sebagai bahasa percakapan antar kelompok yang berbeda latar belakang dan terdengar dalam kehidupan sehari-hari di kawasan Kupang dan sekitarnya. Namun demikian, para penutur bahasa Melayu Kupang terkadang menghadapi kendala saat harus berbahasa Indonesia, khususnya sistem tatabahasa dan pengucapan. Perbedaan bahasa Indonesia dan Melayu Kupang Sekilas Bahasa Indonesia dan Melayu Kupang mempunyai beberapa perbedaan yang signifikan dalam berbagai aspek. Pengaruh bahasa sekitar seperti Helong, Rote, Ndao, Tetun Terik bahkan Tetun Prasa tak dapat dihindari dalam kasus Melayu Kupang ini. Misalnya saja dari segi tatabahasa, dilihat dari contohnya adalah sebagai berikut (Sebagian sumber : Jacob-Grimes, 2006) Kata ganti orang (pronouns) Saya – beta Kamu – lu Dia – dia Kita – katong, kotong, ketong Kami – batong, botong, betong Kalian – basong, bosong Mereka – dong (kependekan dia orang) (sumber : https://rumahkamus.wordpress.com/2009/06/15/jabaran-sekilas-bahasa-melayu-kupang-bagian-1/ )


Budaya Lainnya

Tari Bamba Manurung

Tari Bamba Manurung Tari Bamba Manurung merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Mamuju yakni ibukota provinsi Sulawesi Barat. Tari ma [...]

Baca Selengkapnya

Lambang Kabupaten Magetan-Jawa Timur

Bentuk Lambang Secara keseluruhan bentuk gambar dari lambing Kabupaten Magetan menyerupai kulit dari seekor hewan ternak. Hal ini diambil dari suatu [...]

Baca Selengkapnya

Gunung Seulawah Agam

Gunung Seulawah Agam adalah sebuah gunung yang terletak di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Selain dikenal sebagai Seulawah A [...]

Baca Selengkapnya

Senjata Tradisional Banten – Golok Ciomas

Senjata Tradisional Banten yang bernama Golok Ciomas in merupakan senjata yang bersejarah diwilayah Banten. Golok Ciomas ini tidak berbeda dengan golo [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar