BudayaDetail Budaya

Bahasa Daerah ,Lampung Bahasa Daerah

2018-09-05 09:14:21
| | |
Share:

Dalam kegiatan sehari-hari orang atau masyarakat Lampung menggunakan bahasa Lampung yang disebut Behasou Lampung, Cewo Lampung, atau Umung Lampung. Ada dua dialek yang dikenal dalam bahasa Lampung yaitu dialek Lampung Belalau yang berlogat "A" dan Lampung Abung yang berlogat "O". Sementara itu, menurut seorang peneliti dari Belanda bernama Van der Tuuk, dialek bahasa Lampung dibagi menjadi dua, yaitu dialek Abung dan dialek Pubian. Sedikit berbeda lagi dengan pendapat Dr. J.W. van Royen, seorang contoleur dalam pemerintahan Hindia Belanda, yang membagi dialek bahasa Lampung menjadi dua yaitu dialek Api dan dialek Nyou. Dalam perkembangannya, dialek-dialek tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa subdialek sesuai persebaran suku penuturnya. Bahasa Lampung dialek Abung (dialek O, dialek Nyou) terdiri atas enam subdialek, yaitu subdialek Abung, Sungkai, Tulangbawang, Kotabumi, Jabung, dan Menggala. Bahasa Lampung dialek Pesisir/Peminggir (dialek Pubian, dialek A, dialek Api) meliputi tujuh subdialek, yaitu subdialek Krui, Way Lima, Kotaagung, Talangpadang, Pubian, Kalianda, dan Melinting. https://www.senibudayaku.com/2017/11/bahasa-daerah-lampung.html


Budaya Lainnya

Gua Kelelawar

Goa Kelelawar terletak di Pulau Kapota. Untuk sampai ke Gua ini, wisatawan dapat menggunakan perahu tradisional sekitar ± 20 menit dari Pulau Wangi-W [...]

Baca Selengkapnya

Perayaan Tulude

TULUDE berasal dari kata “suhude” yang berarti “Tolak” atau mendorong, hingga secara luas dapat diartikan sebagai, orang sangihe menolak untuk [...]

Baca Selengkapnya

Pantun Bambu

Pantun Bambu merupakan alat musik tradisional Banten yang seringnya dijumpai di Cilegon (sebuah kota di ujung barat laut pulau Jawa) sejak dulu. Pantu [...]

Baca Selengkapnya

Rencong - Senjata Tradisional dari Aceh

Rencong merupakan salah satu senjata tradisional yang ada di Aceh. Senjata tradisional ini dimiliki oleh Suku Aceh dan menjadi lambang simbol identita [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar