BudayaDetail Budaya

Asal Mula Sungai Jodoh Cerita Rakyat

2018-09-09 13:13:24
| | |
Share:

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis bernama Mah Bongsu. Ia adalah anak yang Yatim piatu dan bekerja sebagai pembantu di rumah Mah Piah, seorang perempuan tua yang sangat serakah dan mempunyai seorang anak bernama Siti Mayang yang bersifat sangat mirip dengan ibunya. Pada suatu hari, seperti biasa Mah Bongsu pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Tiba-tiba Seekor ular melintas di dekatnya dan membuat Mah Bongsu sangat ketakutan. Namun, ular tersebut tidak menyerang Mah Bongsu, ia berenang di sekitaran gadis itu sambal menunjukkan luka di kulitnya. Mah Bongsu merasa kasihan melihat luka ular tersebut , ia kemudian memberanikan diri mendekati ular tersebut dan membawa ular tersebut ke rumahnya dan diletakkan di kamarnya. Setiap kali kulit ular tersebut terlepas, Mah Bongsu memungutnya dan membakarnya. Jika asapnya mengarah ke kota Bandar Lampung, akan berdatangan berkodi-kodi kain sutra Lampung. Dalam waktu singkat Mah Bongsu menjadi gadis yang kaya raya. Penduduk sekitar merasa heran dengan kekayaan Mah Bongsu. Namun, Mah Bongsu adalah orang yang dermawan. Ia selalu membantu penduduk sekitar dengan tulus. Akhirnya, kekayaan Mah Bongsu diketahui oleh Mah Piah dan Siti Mayang. Mereka pun berusaha mencari tahu darimana asal kekayaan tersebut. Suatu waktu, mereka melihat seekor ular yang sudah terkelupas kulitnya di kamar Mah Bongsu yang diyakini sebagai hewan ajaib yang mendatangkan harta kekayaan. Ibu dan anak ini pun pergi ke hutan mencari ular. Mereka mendapati seekor ular berbisa yang dibawanya pulang, kemudian dilepaskan di kamar Siti Mayang. Mereka beranggapan bahwa ular tersebut akan mendatangkan kekayaan berlimpah. Namun, yang mereka dapati justru malapetaka. Siti Mayang meninggal dunia karena dipatok oleh ular berbsa tersebut. Sementara itu, ular yang dirawat oleh Mah Bongsu telah sembuh. Suatu hari, ketika Mah Bongsu akan memberinya makan, ular itu berkata kepada Mah Bongsu, "Malam ini, tolong antarkan aku ke sungai". Mah Bongsu pun membawa ular tersebut ke sungai. Sesampainya mereka di sungai, sang ular berkata,"Mah Bongsu, sudah waktunya aku melamarmu sebagai istriku". Mang Bongsu tercengang. Seketika ular tersebut berubah wujud menjadi seorang pemuda yang gagah dan tampan. Sementara itu, kulitnya menjadi sebuah rumah yang megah dan sangat indah. Mereka kemudian menikah dan hidup berbahagia. Konon, karena kejadian tersebut, desa itu dinamakan Desa Tiban oleh penduduk, yang berarti ketiban rezeki. Sementara itu, sungai tempat sang Pangeran melamar Mah Bongsu, dinamakan Sungai Jodoh, karena dipercaya sebagai tempat bertemu jodoh. sumber: https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-bangka-belitung-terpopuler/


Budaya Lainnya

Pulau Bakumpai

Pulau Bakumpai (Belanda: eiland Bekoempei/Bakoempaij/Bakoempai) adalah sebuah pulau yang dikelilingi sungai Barito dan sungai Kapuas Murung termasuk d [...]

Baca Selengkapnya

Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh - Aceh

Masjid Agung Baitul Makmur adalah masjid terbesar dan termegah di kawasan pantai barat Kota Meulaboh, Provinsi Aceh, Indonesia. Masjid yang terletak d [...]

Baca Selengkapnya

Calon Arang

Calon Arang merupakan cerita rakyat yang berkembang di tanah Jawa dan Bali. Dalam tradisi Jawa, embrio kisah ini tertulis dalam naskah lontar bertarik [...]

Baca Selengkapnya

Masjid Kasimuddin

Masjid Kasimuddin adalah sebuah masjid bersejarah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Indonesia. Masjid Kasimuddin di Bangun sekitar tahun 1900-a [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar