BudayaDetail Budaya

Aksara Daerah, Lampung Aksara Daerah

2018-09-05 09:28:05
| | |
Share:

Aksara daerah Lampung (Lampung: , Had Lampung) Bentuk tulisan yang berlaku di daerah Lampung. Awalnya tulisan ini berasal dari aksara Pallawa (India Selatan) yang diperkirakan masuk ke Pulau Sumatera semasa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda-tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda di belakang, di mana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri. Pada abad ke IX Masehi para Raja di Sekala Bekhak menciptakan Aksara Lampung atau Had Lampung. Had Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Aksara Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka, dan tanda baca Huruf Induk berjumlah 20 buah.Had Lampung biasanya diajarkan disekolah- sekolah di Provinsi Lampung. Had Lampung yang diajarkan merupakan hasil penyempurnaan. Sebelumnya Had Lampung kuno jauh lebih kompleks, http://malahayati.ac.id/?p=15858


Budaya Lainnya

Motif Batik Truntum - Jawa Tengah

Motif Truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) dari Surakarta Hadiningrat. Motif truntum memiliki makna yang sa [...]

Baca Selengkapnya

Tilola Malo wolo wololo

Tilola Malo wolo wololo Tilola Malo wolo wololo Muhuli tiliangulo Tilola malo wunu wunulo Muhuli tilianguloDilalo boti hehiyongimu Uwito mali hat [...]

Baca Selengkapnya

Alat musik tradisioal -Pakkeke ( Sulawesi Barat )

Pakkeke adalah alat musik tradisional Mandar yang memilik keunikan tersendiri. Selain bentuknya, Pakkeke juga menghasilkan suara yang sangat khas. Ala [...]

Baca Selengkapnya

Lampung

Keris (Tekhapang atau Punduk Keris) merupakan senjata tradisional budaya Lampung, yang berbahan dasar logam mulia yang biasanya dibawa untuk upacara p [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar