BudayaDetail Budaya

Akordeon Alat Musik Tradisional

2018-08-30 01:56:59
| | |
Share:

Akordeon yang berasal dari Melayu Riau hampir sama dengan Akordeon yang ditemukan C.F.L Buschmann dari Jermain. Akordeon termasuk alat musik yang cukup sulit dimainkan meskipun terlihatnya mudah (hanya menggerakkan tangan). Akordeon menghasilkan tangga nada diatonik yang sangat sesuai dengan lirik lagu yang berupa pantun. Cara memainkan Akordeon: Pemain akordeon memegang alat musik dengan kedua tangannya, lalu memainkan tombol-tombol akor dengan jari-jari tangan kiri, sementara itu jari-jari tangan kanan memainkan melodi lagu yang sedang dibawakan. Biasanya pemain yang sudah terlatih sangat mudah berganti-ganti tangan. Sewaktu dimainkan, akordeon ditarik dan didorong untuk mengatur pergerakan udara yang ada di dalam alat musik tersebut, pergerakan udara yang keluar (ke bagian lidah akordeon) akan menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut bisa diatur dengan menggunakan jari-jari pemain Sumber (https://www.kata.co.id/Seni/Alat-Musik-Riau/1163) dan (https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-riau/)


Budaya Lainnya

Atu Belah Atu Bertangkup

“Bu, aku pergi berburu dulu. Siapa tahu hari ini aku mendapat rusa untuk makanan anak-anak kita," kata seorang pria pada istrinya. Istrinya mengangg [...]

Baca Selengkapnya

Goreng Belado Ikan Salai Selais - Makanan Tradisional Khas Riau

Teman-teman, kalian pernah mendengar tentang ikan asap? Ikan asap adalah ikan yang diawetkan dengan cara diasap. Di Riau ikan asap itu disebut ikan sa [...]

Baca Selengkapnya

Tari Bondan Payung

Tari Bondan yang berasal dari Surakarta. Tarian ini menceritakan tentang seorang ibu yang menyayangi anaknya. Sehingga tariannya pun terbilang simp [...]

Baca Selengkapnya

Tanjung Putus, Pulau Tegal, Maitem, Lampung

Tanjung putus, pulau tegal dan maitem ketiganya adalah spot penyelaman yang populer di Lampung. Untuk mengunjungi tempat wisata ini tidak disarankan u [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar